46 Views
Read Time:2 Minute, 12 Second

Hari keempat  BPN 30 Day Ramadhan Blog Challenge 2021 berisi -pertanyaan mengenai pencapaian tertinggi dalam hidup. Berasal dari keluarga broken home membuatku memiliki banyak tantangan untuk menorehkan berbagai pencapaian dalam hidupku. Mulai dari prestasi akademik hingga pencapaian psikologis dalam hidupku. Bukanlah hal mudah hingga mencapai titik ini.

Aku berhasil lolos dari jeratan bullying…

Karena aku adalah anak yang aneh, aku sudah terbiasa menghadapi bullying sedari kecil hingga kuliah. Mungkin sejak SD aku sudah menghadapinya. Ketika banyak yang menganggap itu mimpi buruk, bullying lebih membuatku sulit berinteraksi dengan terlalu banyak orang dan sulit beradaptasi di masyarakat. Tapi bullying juga membuatku mengerti arti mem-filter inner circle sehingga aku hanya bersahabat dengan beberapa orang yang benar-benar baik serta peduli padaku. Persahabatan kami bahkan bertahan sangat lama.

Aku sudah menorehkan berbagai prestasi…

Sejak SD, aku banyak sekali menorehkan berbagai prestasi. Mulai dari juara try out UN se-Tangerang, lomba debat bahasa inggris maupun story telling se-jabodetabek, lomba mading nasional, hingga terpilihnya beberapa research paper di kancah internasional. Aku juga terpilih sebagai penerima dua beasiswa sehingga cukup membantuku dalam menghidupi kuliahku.

Aku bukan anak manja. Karena aku kuliah juga sambil kerja…

Aku pernah bekerja sebagai pembantu! Yes, kamu nggak salah denger. Saat awal, aku pernah bekerja sebagai pembantu demi menghidupi diriku saat kuliah. Setelah berhenti, aku mulai mengajar privat mulai dari privat anak pengusaha, anak jenderal TNI, hingga anak pegawai World Bank yang mengantarkanku bisa lulus.

Tapi bukan itu yang utama. Karena lebih penting lagi, aku berhasil memaafkan ayahku yang mengkhianati keluarganya…

Bagiku, prestasi akademik, masuk universitas negeri dan jurusan ternama tidak seberapa dengan pencapaianku satu ini. Banyak diluar sana broken home yang pintar sekali bahkan jauh lebih berprestasi dariku. Tapi tidak semua bisa memaafkan dan move on dari kondisinya sebagai anak broken home.

Aku berhasil merangkul segala lukaku yang timbul dari latar belakangku. Bahkan ketika abahku menentang pernikahanku dengan alasan yang tidak jelas, menghujatku, aku tetap tersenyum pada beliau. Aku tetap memeluknya dan menghormatinya meskipun dengan perasaan yang berbeda kepada mamaku. Bahkan aku rela menghampirinya ke Manila yang tentunya memakan biaya yang tidak sedikit demi sekedar memperkenalkan suamiku.

Apakah beliau masih menyakitiku? Iya… masih kok. Bahkan hingga detik ini. Tapi aku tetap tersenyum padanya dan berucap dengan baik.

Aku tidak perlu khawatir akan pernikahanku. Broken home justru mengajarkanku mengenai arti kehidupan, menetapkan tujuan hidupku, mempelajari hal yang harus dan tidak boleh dalam pernikahan.

Karena pencapaian tertinggi itu adalah ketika kamu mampu meraih tujuan hidupmu. Inilah hidupku yang sedang berproses untuk meraihnya.

Sekedar intermezo, inilah bentuk lain pencapaian hidupku selama 27 tahun. 🙂

@huda.jamilah

Crypto cm di trading ya. Mobil ga puny krn menimbang itu aset depresiatif. Jd blm msuk hitungan 🙂 #fyp #fypシ

♬ original sound – Irfan Muhammad – IRFANADYA 🔥
Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleppy
Sleppy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %
Previous post BPN 30 Day Ramadhan Blog Challenge 2021, Day-3: Karena Ada Do’a Yang Tersemat Untuk ‘Satu Sayap’
Next post BPN 30 Day Ramadhan Blog Challenge 2021, Day-5: 7 Fakta Tentangku dan Hidupku

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *