164 Views
Read Time:2 Minute, 17 Second

Di hari kedua BPN 30 Day Ramadhan Blog Challenge 2021, Blogger Perempuan bertanya pada pesertanya…

“Alasan apa yang membuatmu mulai menulis blog?”

Pertanyaan ini memang terdengar mudah. Tapi entah mengapa sulit sekali ku jawab. Mungkin karena brain fog yang aku alami efek depresi postpartum. Butuh banyak waktu untuk mengumpulkan pecahan memori untuk sekedar menjawab pertanyaan ini.

Aku mulai menulis saat sedang kebingungan…

Awalnya, aku tidak memiliki ketertarikan yang banyak pada blog. Aku hanya menyalurkan hasrat menulis yang saat itu bahkan tidak kusadari bahwa itu adalah hobi pada Instagram. Aku sangat ingin menulis karena banyak hal yang tidak bisa ku katakan. Bullying di masa lalu membuatku menjadi orang yang sulit berbicara dengan benar. Aku pun hanya menuliskan secara random mengenai apa yang aku pikirkan dan aku rasakan.

Lalu, suamiku bertanya, “Mengapa kamu tidak membuat blog saja?”

Deg! Blog???

Sesuatu yang diluar imajinasiku!

Aku memang pernah memenangkan beberapa perlombaan story telling maupun menulis. Tapi menulis blog adalah sesuatu yang tidak kumengerti sama sekali.

Suamiku menawarkan diri untuk membuatkan blog-ku. Mulai dari membuat website, memilih domain, dan segala perintilannya. Dia juga yang membayarkan biaya blog ini setiap bulan.

Tapi aku bingung. Hendak kemana ku bawa blog ini?

Aku bingung harus ku apakan blog ini pada awalnya. Suamiku mem-posting beberapa tulisan Instagramku di blog. Tapi akhirnya suamiku menghentikan langganan blog-ku ketika melihatku tidak kunjung menunjukkan minat pada blog.

Aku melihat kompetisi blog yang diadakan oleh maskapai Air Asia. Disitulah minat blog-ku tumbuh…

Aku lupa sekitar tahun berapa, aku melihat Air Asia membuka kompetisi blog. Aku memang memiliki memori khusus bersama maskapai tersebut. Tapi mereka memberikan persyaratan bahwa blog tersebut harus memiliki beberapa postingan dan aktif selama sekian waktu (aku lupa banget syarat persisnya…). Ternyata blog-ku telah mati. Bahkan aku harus membuat ulang blog-ku.

Namun dari situ aku merefleksikan diri tujuanku memulai ‘Satu Sayap’. Ternyata memang aku memiliki passion yang besar dalam bidang menulis. Bahkan menulis menjadi salah satu cara untuk menyembuhkan diri serta berbagi pada sesama yang bisa menguatkan orang lain.

Ketika aku menuliskan sesuatu di Instagram, beberapa orang yang tidak ku kenal dapat membaca tulisanku dan bahkan mereka mengirim pesan padaku. Ada yang mengajak berkenalan, ada yang ingin curhat, dan tidak sedikit yang berterimakasih padaku bahwa mereka menjadi jauh lebih kuat berkatku. Disitulah aku mengerti bahwa tulisan bisa memberikan kekuatan. Baik bagi si penulis, maupun yang membacanya. Aku bisa meraih salah satu tujuan hidupku untuk berguna bagi orang lain.

Saat itulah aku memutuskan konsisten membangun ‘Satu Sayap’…

Dengan begitu, aku menyediakan platform bagi mereka yang membutuhkan tulisanku. Aku membuat 3 tema besar di blog-ku. Mulai dari seputar kecantikan yang berisikan review produk makeup dan skincare, cerita travelling yang semoga menjadi acuan bagi orang lain, serta cerita kehidupan yang semoga dapat diambil hikmahnya.

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleppy
Sleppy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %
Previous post BPN 30 Day Ramadhan Blog Challenge 2021, Day-1: Dibalik Nama ‘Satu Sayap’
Next post BPN 30 Day Ramadhan Blog Challenge 2021, Day-3: Karena Ada Do’a Yang Tersemat Untuk ‘Satu Sayap’

2 thoughts on “BPN 30 Day Ramadhan Blog Challenge 2021, Day-2: Mengapa Memulai ‘Satu Sayap’?

    1. Halo, salam kenal. Terimakasih sudah mampir di blog aku. 🙂

      Boleh kenalan nggak sesama member blogger perempuan? Aku juga mau dong mampir ke blog kamu

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *